Home » Tips Detox » Terapi Detox Logam Berat Untuk Anak Autis
Advertisement

Autisme bukanlah penyakit. Autisme adalah suatu jenis masalah dalam pertumbuhan. Karena itu tidak ada obat maupun vaksin Autisme. Siapapun bisa terkena, baik kaya maupun miskin. Anak-anak autis biasanya mengalami alergi dan memiliki kondisi pencernaan yang tidak baik. Sekitar 88 persen anak autis memiliki kondisi usus rusak (autistic colistic). Ada kecurigaan mereka mengalami keracunan logam berat. Lalu sebenarnya dakah cara membersihkan tubuh dari logam berat ini? Nah berikut ini adalah ulasan seputar terapi detox logam berat. Yuk simak ulasan selengkapnya!

Terapi Detox Logam Berat Untuk Anak Autis

Penyebab anak menjadi autis adalah kelainan metabolisme tubuh yang mengakibatkan anak tidak bisa mengeluarkan logam berat yang masuk ke dalam tubuhnya sehingga berakibat fatal, yaitu kerusakan sel-sel saraf di otak. Dengan demikian penyembuhan anak autis tidak lain dengan mengeluarkan logam berat dan memperbaiki sistem metabolisme tubuhnya. Apakah itu saja? Tentu tidak. Pada banyak kasus, penyandang autis biasanya juga terdeteksi menderita infeksi candida. Ini pun harus disembuhkan agar metabolism tubuh bisa bekerja dengan baik. Untuk mengurangi beban tubuh akibat infeksi jamur, keracunan logam berat dan masalah metabolism, penyandang autis juga harus melakukan diet makanan-makanan tertentu.

Terapi Detox Logam BeratUntuk memperbaiki masalah autism pada anak, dokter-dokter di Amerika Serikat yang tergabung dalam organisasi Defeat Autisme Now (DAN) menyarankan pendekatan holistik pada penderita. Tentu saja, karena autisme memang bukan penyakit sehingga tidak ada obatnya. Penyembuhan diawali dengan detox logam berat. Detox bisa dilakukan dengan bahan natural seperti chlorella, spirulina atau kulit manggis. Detox juga bisa dilakukan dengan menggunakan bahan kimia yang biasa disebut chelation agent seperti EDTA dan DMSA. Sayangnya EDTA dan DMSA belum tersedia di Indonesia. Bila penderita mengidap infeksi candida, hal inipun harus disembuhkan karena candida mengeluarkan toksin yang bersifat mirip seperti alkohol, yang membuat penderita mengalami foggy thinking (lemah dalam berpikir), sulit untuk fokus, alergi, bahkan atopic dermatitis.

Nah, menurut pakar analisa rambut dari Australia, Dr. Igor Tabrizian, mengatakan, logam berat dalam tubuh anak autis baru bisa dikeluarkan melalui proses detoks. Sebelum mengetahui program detoks yang tepat, perlu diketahui dulu tingkat keracunan yang dialami anak.

Analisa rambut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kekurangan nutrisi jangka panjang yang merupakan akar dari penyakit yang ada, serta menemukan logam berat beracun yang bisa mencetuskan penyakit. Proses pembuangan racun (detoks), menurut Igor, dilakukan dengan pemberian suplemen yang dibagi menjadi beberapa kategori, yakni memperbaiki, memberi nutrisi esensial, pembersih racun, serta memperbaiki neurotransmitter.

Nutrisi yang mampu memperbaiki antara lain zinc, aloe vera, prebiotik dan probiotik, vitamin E, zat besi, magnesium, vitamin E, dan vitamin B. Program detoks ini dilakukan selama 6-48 bulan, tergantung derajat keparahan logam berat yang menumpuk.

Sebelum pemberian suplemen detoks, masalah pencernaan anak autis sebaiknya diperbaiki dengan cara melakukan pantang produk gluten atau tepung dan produk susu. Menurut Igor, sistem pencernaan pada anak autis tidak dapat memisahkan protein, sehingga beberapa jenis asam amino justru bergabung.

Untuk mengetahui tingkat keberhasilan proses detoks ini, orangtua bisa melakukan analisa rambut secara berkala. Selama proses pembuangan racun, kadar polutan dalam tubuh anak akan naik turun. Jadi tak perlu kaget jika hasilnya menunjukkan kadar logam beratnya masih tinggi.

Pencegahan tetap jauh lebih baik daripada mengobati. Bila anda sedang mengandung, jauhilah makanan dan minuman yang dicurigai mengandung logam berat, bakteri ataupun hal-hal yang merusak perkembangan janin seperti obat-obatan berbahaya, alkohol, asap rokok dan terutama hindarilah stress. Karena stress mempengaruhi perkembangan otak janin. Para ahli psikologi modern menemukan bahwa sama seperti orang dewasa, bayi juga bisa stress. Stress ibu saat hamil, adanya masalah saat kelahiran dan masalah setelah kelahiran, bisa mengakibatkan bayi menjadi stress. Stress inilah yang memicu terjadinya masalah metabolisme. Jeleknya, bila bayi mendapat masalah dalam metabolisme, tubuh bayi akan sulit memproduksi zat metallothionein yang berperan dalam mengeluarkan toksin yang masuk dalam tubuh. Inilah yang memicu anak menjadi autis. Dengan mengetahui akar masalahnya, para orang tua diharapkan berhati-hati dalam mengawasi zat-zat yang masuk ke dalam tubuh anaknya, sehingga kasus autisme diharapkan terus berkurang dari tahun ke tahun.

Pencarian terbaru : Detox jamur anak autisme, herbal untuk detok logam berat, obat herbal detok logam berat, cara detox anak autis, cara membasmi jamur di pencernaan anak autis, Cara detox vaksin pada anak, test logam berat autis, cara detoks racun logam berbahaya yg masuk dalam darah, cara alami mengeluarkan logam berat dalam tubuh, berapa kali detox untuk meringankan anak autis
HTML tutorial

Related Post Terapi Detox Logam Berat Untuk Anak Autis

Cara Menurunkan Berat Badan Dengan Nanas

Cara Menurunkan Berat Badan Ala Artis Hollywood

Diet Tepat Untuk Penderita Asam Urat

5 Tips Agar Semangat Olahraga Untuk Tubuh Sehat dan Langsing

Cara Mengecilkan Perut Dengan Minyak Zaitun